Berita

Nilai dan Makna Dakwah Maulid Nabi 1438 di Gampong Lamteh

  • Penulis: asc-admin, 12-02-2017 12:11
  • LAMTEH.GAMPONG.ID. - Lamteh (12/02/2017)  Peringatan maulid Nabi Besar Muhammad SAW telah menjadi kultur masyarakat Islam di Indonesia, terutama masyarakat Gampong Lamteh Kecamatan Ulee Kareng. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Gampong Lamteh memperingatinya dengan menggelar Kenduri Raya serta mengadakan Dakwah Islami yang disampaikan oleh Tgk. H. Sirajuddin Saman, MA. pimpinan pesantren terpadu Khamsatun Anwar Aceh Besar.

    Dakwah akan di sampaikan malam ini Jam 20.30 bertempat di halaman masjid Baitul Mukminin Gampong Lamteh. Ismuadi, SE, S.Pd.I (Ketua PHBI) mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk beramai-ramai menghadiri Dakwah tersebut. "Umat Islam, siapapun dia, dimanapun berada, serta dari aliran madzhab apapun, pasti berbahagia atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Sehingga diakui maupun tidak, momen bersejarah ini tetap menjadi momen istimewa bagi setiap Muslim", tambah Ismuadi, SE, S.Pd.I. Peringatan maulid hendaknya dijadikan media syiar islam dalam menanamkan nilai-nilai akhlaqul karimah yang dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W. olehnya itu Ketua PHBI mengajak seluruh tamu dan peserta agar mengaplikasi ketauladanan nabi, baik dalam lingkungan keluarga, lingkungan sosial maupun dalam berpemerintahan.

    Muhibuddin, SH (Sekdes Gampong Lamteh) menambahkan "Bagi umat Islam yang mengekspresikan kegembiraan dan rasa syukurnya atas kelahiran Nabi Muhammad, mereka melukiskannya dalam bentuk perayaan dan acara-acara di daerah masing-masing, begitu juga kami di Gampong Lamteh Perayaan Maulid ini sudah ada turun temurun dari orang tua kami terdahulu". "Selain itu nilai utama yang diraih dari peryaan ini yaitu terciptanya rasa kebersamaan dan semangat gotong royong yang mengajarkan masyarakat menjadi indifidu yang bersosial" tambahnya. 

    Memperingati maulid Nabi Muhammad saw memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya:

    Pertama, nilai spiritual. Setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau saw dengan maulid. Luapan kegembiraan terhadap kelahiran nabi saw merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana surah Yunus; 58. Karena figur teladan ini diutus untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (surah al-Anbiya’; 107). Kegembiraan Abu Jahal dengan kelahiran Nabi saw saja dapat mengurangi siksa neraka yang ia cicipi tiap hari senin. Apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan. Dengan memperingati maulid, kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi saw. Allah swt dan malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada beliau saw (surah al-Ahzab;56).

    Kedua, nilai moral dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah teladan Nabi Muhammad saw. Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi saw adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi saw. Dalam peringatan maulid Nabi saw, kita juga bisa mendapat nasehat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.

    Ketiga, nilai sosial. Memuliakan dan mem-berikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi (surah al-Insan;8-9).

    Keempat, nilai persatuan akan terjalin dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat  maupun berdzikir. Diceritakan bahwa Shalahuddin al-Ayubi mengumpulkan umat islam dikala itu untuk memperingati maulid Nabi saw. Hal itu dilakukan oleh panglima islam ini bertujuan untuk mempersolid kekuatan dan persatuan pasukan islam dalam menghadapi perang salib di zaman itu.

    Keuchik Gampong Lamteh (Iskandar) meminta seluruh masyarakat Lamteh untuk bersama-sama meningkatkan tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap hari-hari besar agama Islam. Sehingga, segala kegiatan keislaman terus berkumandang di tengah masyatakat. "Dengan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat, mampu menjadikan Gampong Lamteh dirahmati oleh Allah," harap Keuchik.